LOCAL CULTURE AS A MEDIA FOR LEARNING JAVANESE AND CHARACTER FORMATION

Authors

  • K. Kustyarini Universitas Wisnuwardhana Malang, Indonesia
  • Peni Puspitasari Universitas Wisnuwardhana Malang, Indonesia
  • Dimas Singgih W. Universitas Wisnuwardhana Malang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.46827/ejlll.v4i2.84

Keywords:

character education, Javanese language, children's games

Abstract

Children's games that are born and rooted in the community as a product of local culture are rarely played. Efforts to counter it are often presented but only stop at concepts, for example publishing books about children's games, establishing children's playhouses, and providing training on the importance of preserving games, so that real action is needed, such as the use of local culture, including children's games. Learning from the experience of the Javanese people who developed the concept of children's games as a potential to lead to a learning process towards reducing and preventing the risk of decreasing children's moral, then we can adopt this concept to be implemented in the use of children's games in Indonesia. The result is to design children's activities so that they are easy to use as an effective medium for learning the Javanese language as what this research aims to achieve.

References

Arikunto, Suharsimi (1993). Pelestarian, Pembinaan dan Pengembangan Dolanan Anak-Anak. Makalah Lokakarya Dolanan Anak-Anak Yogyakarta: Balai Kajian Sejarah dan Nilai Tradisional.

Budisantoso, S. (1993). Arti Pentingnya Permainan Anak Anak dalam Memajukan Kebudayaan Nasional, Makalah Lokakarya Dolanan Anak-Anak. Yogyakarta: Balai Kajian Sejarah dan Nilai Tradisional.

Dharmamulya, Sukiman (1993). Transformasi Nilai Budaya Melalui Permainan Anak. Makalah Lokakarya Dolanan Anak Anak. Yogyakarta: Kajian Sejarah dan Nilai.

Husna, M. A. (2009). 100+ Permainan Indonesia. Yogyakarta: Andi.

Kartika, Bambang Aris (2010). Permainan Tradisional Anak: Antara Kepentingan Kesigapan terhadap Ancaman Bencana (Disaster Hazard) Pada anak-anak dan Pelestarian Budaya Lokal.

Prastati, Trini & Prasetya Irawan (2015). Medio Sederhana. Jakarta: Universitas

Retnaningdyastuti, dkk (2008). Pembentukan Karakter Anak melalui Permainan Tradisional. Semarang: IKIP PGRI Semarang.

Robert, Bogdan and Steven J. Taylor (1975). Introduction to Qualitative Research Methods. New York: John Wiley & Sons.

Rochmayanti, C., Pujianti, E. E., Warsiki, A. Y. N. (2012). Sosialisasi Budaya Lokal dalam Keluarga Jawa. Jurnal Ilmu Komunikasi, 10 (3), 308-320

Pupuh Fathurrohman, M. Sobry Sutikno, M.Pd. (2007). Strategi belajar mengajar. Bandung: PT refika aditama. pupuh fathurrohman, M. sobry sutikno, M.Pd. (2007) strategi belajar mengajar. Bandung: PT refika aditama.

Purwadi (2011). Etika Komunikasi dalam Bahasa Jawa. Jurnal Ilmu Komunikasi, 9(3), 139-249.

Saputro, H. G. (2017). Pelaksanaan Pelajaran Bahasa Jawa Materi Krama Inggil di Siswa MI dan SD Muhammadiyah Kecamatan Cilongok. Thesis Tidak Dipublikasikan. Purwokerto: Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Setyanto, A. E., dkk. (2015). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Memudarnya Etika Komunikasi Masyarakat Jawa di Kota Surakarta. Jurnal Komunikasi Massa, 8 (2), 121-134.

Santrock, John W. (2007). Perkembangan Anak: Edisi Kesebelas Jilid 1. Jakarta: Erlangga.

Seriati, Nyoman & Nur Hayati (2011). Artikel: Permainan Jawa Gerak dan Lagu untuk Menstimulasi Keterampilan Sosial Anak Usia Dini.

Supriadi, Dedi (2003). Pendidikan Anak Usia Dini dalam UU Sisdiknas. www. Pikiran-Rakyat.com/cetak.

Yunus, Ahmad (1981). Permainan Rakyat Daerah Istimewa Yogyakarta.Yogyakarta: Departemen pendidikan dan Kebudayaan Proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Kebudayaan Daerah.

Downloads

Published

2020-09-27

Issue

Section

Articles